Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, telah mengumumkan pesawat Malaysia Airlines MH370 hilang di Samudera Hindia, barat Perth Australia. Meski begitu, tidak menutup upaya pencarian pesawat yang membawa 239 penumpang dan awak itu.
Setelah titik terakhir diketahui itu, upaya saat ini yaitu menemukan bangkai pesawat untuk menemukan kotak hitam sehingga dapat menguak penyebab hilangnya pesawat tersebut.
Melasir Wired, Rabu 26 Maret 2014, diperkirakan pesawat MH370 telah jatuh di kedalaman 23 ribu kaki Samudera Hindia bagian selatan. Tentu upaya pencarian bangkai pesawat makin susah jika telah berada di kedalamanan tersebut.
Salah satu perangkat yang dapat diandalkan melacak pesawat pada kedalaman itu yakni mikrofon hidrodinamik bawah laut milik militer Angkatan Laut Amerika Serikat, Towed Pinger Locator 25 (TPL-25).
Alat yang bobotnya mencapai 70 pon atau 67 Kg itu didesain mendengarkan sinyal akustik dari data dan perekaman suara kokpit pada semua pesawat komersil dan militer. Perangkat ini dapat melacak pada kedalaman 20 ribu kaki.
"Caranya, hidropone sensitif ini ditarik pada bagian belakang kapal komersil yang lambat untuk mendengarkan sinyal ping (Packet Internet Gopher) kotak hitam," ujat komandan operasi Militer 7 Fleet AS, Chris Budde.
TPL 25 merupakan teknologi generasi ketiga yang telah ada sejak dua dekade. Dan alat ini digunakan untuk mendeteksi pesawat yang karam di laut.
Perangkat TPL 25 telah berkontribusi menemukan pesawat TWA 800 yang jatuh di lepas pantai New York pada 1996. Pesawat ini disebutkan jatuh pada kedalaman 130 meter.
Perangkat ini juga turut membantu menemukan Air pesawat jenis Airbus A330, France Flight 447 yang jatuh di Samudera Atlantik pada 2009 lalu. Meski untuk kasus kurang sukses, tapi suar perangkat itu bisa aktifkan selama terendam dan mengirimkan tanda selama lebih dari sebulan.
Diseret kapal
Meski pencitraan beberapa satelit telah mengungkapkan objek mengambang yang diduga puing pesawat, otoritas Malaysia sejauh ini tak menemukan bangkai pesawat ataupun salah satu 239 orang yang berada di pesawat.
Disebutkan perangkat TPL itu akan diseret oleh kapal Pertahanan laut Australia, Seahorse Standard yang melaju dengan kecepatan 3 knot melalui daerah yang dinyatakan sebagai titik pesawat itu hilang.
Perangkat akan ditambatkan ke kapal dengan kabel 2 ribu kaki dan diharapkan dapat mendeteksi petunjuk sinyal ping pada kotak hitam.
TPL dapat mendeteksi sinyal transponder antara 3,5 dan 50 Khz dalam radius 2 mil dan mencakup sekitar 150 mil persegi lautan tiap hari. Untuk dketahui pesawat komersil kebanyakan mengirimkan sistem data pada 37,5 Khz.
"Kami telah menangani kapal itu sebelumnya dan ini merupakan platfrom yang bagus. Dan kami telah menggunakannya untuk pesawat yang jatuh," ujar Mike Dean, Supervisi Penyelaman dan Penyelamatan Angkatan Laut AS.
Pencarian pesawat MH370 sejauh ini belum berasil mengetahui di mana tepatnya pesawat jatuh ke laut, di mana bawah alut membawa puing pesawar. Area pencarian saat ini mencakup 35.400 mil persegi. (ren)


No comments:
Post a Comment