Teori dan spekulasi hilangnya pesawat Malaysia Airlines bernomor penerbangan MH370 terus berkembang. Beberapa orang pun mengaku melihat keberadaan pesawat ini, kendati keabsahannya belum diakui.
Seperti pada seorang ibu rumah tangga asal Johor yang mengklaim bahwa dia melihat sebagian pesawat Malaysia Airlines terendam di perairan Kepulauan Andaman. Dia mengaku melihat pesawat itu ketika kembali ke Kuala Lumpur setelah ziarah ke Makkah pada 8 Maret 2014.
Raja Dalelah Raja Latife (53) langsung melapor ke pihak kepolisian pada hari yang sama. Demikian seperti dilansir Straits Times, Jumat (21/3/2014).
Perempuan setengah baya tersebut kala itu mengambil penerbangan SV2058 yang meninggalkan Jeddah pada pukul 03.30 waktu Saudi (08.30 waktu Malaysia). Setelah pesawat terbang melewati kota selatan India, Chennai, dia pun melihat sesuatu yang aneh di laut.
"Itu tampak seperti sebuah pesawat. Sepanjang perjalanan, saya menatap ke arah luar jendela pesawat karena saya tidak bisa tidur selama penerbangan," ujar ibu dari 10 anak itu.
"Hal yang biasa bagi saya untuk melihat keluar jendela jika saya tidak bisa tidur selama penerbangan. Pada perjalanan pertama saya ke Beijing dua tahun lalu, saya juga tetap terjaga dengan melihat ke luar jendela," tambahnya.
Layar pesawat pemantau yang berada di hadapannya menunjukkan bahwa pesawat itu melintasi Samudera Hindia. Di mana, kota terakhir di daratan menunjukkan Chennai.
"Saya telah melihat beberapa kapal dan pulau-pulau dari jendela saya. Kemudian, saya melihat benda berwarna perak. Aku memicingkan mata untuk melihat lebih dekat dan terkejut melihat apa yang tampak seperti ekor dan sayap pesawat terbang di atas air," klaim dia.
Raja Dalelah menambahkan, dia kemudian meyakinkan pengelihatannya dengan kembali melihat ke arah laut dan yakin jika itu adalah pesawat yang berada di lautan.
"Saya membangunkan teman-teman saya dalam penerbangan, tetapi mereka malah menertawakan saya," ujar perempuan berkerudung itu.
Bahkan saat menceritakan hal ini kepada pilot, dia pun turut menertawakan klaim sang ibu rumah tangga itu.
"Seiring dengan jalur penerbangan, terutama jarak jauh seperti antara Jeddah dan Kuala Lumpur, ketinggian pesawat akan dipertahankan sekira 35 ribu kaki setelah berada di udara," tutur pilot yang tidak ingin disebutkan namanya itu.
"Ini (ketinggian) kira-kira 7 mil di atas permukaan laut. Bagaimana orang bisa melihat apa-apa seperti perahu atau kapal di tanah dari atas begitu tinggi?" pilot itu mempertanyakan.
Raja Dalelah, bagaimanapun juga tetap teguh dengan pendiriannya. "Saya tahu apa yang saya lihat. Saya yakin bahwa saya melihat pesawat, dan saya tidak akan berbohong. Saya baru saja kembali dari haji," tuturnya.
Dia menambahkan bahwa pada 14 Maret kembali mengajukan laporan ke polisi lain di Sentul, dan berharap Departemen Perhubungan Udara akan menganggapnya serius. Dia menyampaikan jika pesawat tersebut tampak mengapung sebagian, tetapi sebagian besar berada di bawah air.
"Saya jelas melihat waktunya, itu sekira pukul 09.30 (02.30 waktu Malaysia)," ujarnya.
Dia pun harus kembali menelan pil pahit ketika dia menyampaikan apa yang dilihatnya kepada seorang pramugari. Anggota kru pun kemudian menutup jendela dan menyuruhnya untuk tidur. Raja Dalelah menambahkan, ketika mendarat di Bandara Internasional Kuala Lumpur pada pukul 04.00, dia mengatakan kepada anak-anaknya apa yang telah dilihatnya.
"Itu adalah saat mereka mengatakan kepada saya bahwa MH370 sudah hilang. Menantu laki-laki saya, seorang polisi, yakin bahwa saya telah melihat pesawat terbang dan meminta saya untuk mengajukan laporan polisi pada hari yang sama di markas polisi Sentul di Kuala Lumpur," jelasnya.
Namun demikian, Raja Dalelah tidak tahu mengenai lokasi pasti keberadaan pesawat yang terendam itu. Dia hanya mengatakan jika posisi pastinya terletak satu jam atau lebih dari Chennai, serta tidak jauh dari Kepulauan Andaman.
"Anak-anak saya yang lain takut bahwa saya bisa ditahan karena mengajukan laporan palsu karena kami memberitahukan bahwa pesawat itu menghilang di suatu tempat di Laut China Selatan," ujar Raja Dalelah.
"Banyak teman saya pada penerbangan meragukan saya pada awalnya, tetapi mereka mulai percaya sekarang bahwa kita tahu pesawat berbalik dan memasuki Samudera Hindia," pungkas dia.
(ade)


No comments:
Post a Comment