Pilot Veteran Merpati ini Jualan Nasi Bungkus Demi Bertahan Hidup

icon18_edit_allbkg

Suka duka dialami para pilot PT Merpati Nusantara Airlines (MNA). Salah satunya pilot senior M. Fadjarudin. Pria paruh baya yang telah bekerja sebagai penerbang selama 32 tahun di Merpati ini, mengaku sudah sejak 26 Desember 2013 lalu belum menerima gaji. 

Alhasil ia harus memutar otak untuk memuhi dan menutupi kebutuhan sehari-hari. Dibantu sang istri, setiap pagi ia menjual nasi bungkus ke sekolah sang cucu.

"Saya jual nasi ke tempat cucu sekolah. Saya makan dari situ. Saya usaha catering kecil-kecilan. Istri saya mau bantu," kata Fadjarudin usai jumpa pers di Kantor Pusat Merpati Jakarta, Jumat (7/2/2014).

Menurutnya bertahan hidup dengan menjual nasi relatif cukup untuk kehidupan sehari-hari. Namun kondisi berbeda ketika muncul kebutuhan mendadak. 

Pada kesempatan itu, pria berusia 58 tahun ini juga mengaku telah menerbangkan berbagai jenis pesawat. Mulai dari pesawat Twin Otter, Cassa, Fokker hingga Boeing 737. Ia pensiun 2 tahun lalu, namun masih menjadi pilot Merpati dengan status kontrak profesional.
"Terakhir terbangkan Boeing 737 series. Akhir Januari terbang pulang pergi Surabaya-Jakarta. Itu tanggal 27 Januari," jelasnya.

Menurutnya Merpati pernah punya armada hingga 100 unit pada akhir tahun 1980-an. Saat ini armada Merpati hanya tersisa 18 unit. 

Terkait masa depan depan dan kisruh Merpati, ia mengaku pasrah. Sebagai pekerja ia hanya berharap bisa kembali menerbangakan pesawat.

"Kalau dulu enak. Kita punya armada sekian. Sekarang nggak punya armada (baru). Misal dijalankan, nggak bisa tutupi cost. Kalau nggak ada penambahan mati pelan-pelan," jelasnya.
(feb/ang) 



.com/blogger_img_proxy/





backtotop