Home
»
Sosial
»
Di Zimbabwe Teriak Saat Melahirkan Didenda US$ 5
Di Zimbabwe Teriak Saat Melahirkan Didenda US$ 5
Korupsi sangat marak di Zimbabwe. Sampai-sampai, sejumlah aturan yang
tak berpihak kepada rakyat diberlakukan. Uang hasil denda itu pun entah
lari ke mana.

Dalam laporan khusus Washington Post yang
dikutip pada Jumat (12/7/2013), disebutkan praktik korupsi di Zimbabwe
sudah sangat sistemik. Mengakar di lembaga pemerintah dan swasta.
Peratutan baru yang mencekik rakyat dibuat. Salah satunya aturan kepada
ibu untuk tidak teriak saat melahirkan. Hukumannya didenda.Para
wanita yang sudah sewajarnya berteriak saat proses persalinan ini malah
didenda. Alasannya, teriak-teriak di ruang rumah sakit diklaim sebagai
alarm peringatan bahaya palsu, yang bisa mengecoh orang-orang di
sekitar. Bagi ibu yang melanggar, akan dikenai US$ 5 atau sekitar Rp 50
ribu.Seorang ibu yang berteriak beberapa kali selama persalinan
mungkin berutang setengah pendapatan tahunan mereka setelah melahirkan.
Biaya menjemput si ibu ke ruang persalinan pun tak murah, yakni sekitar
US$ 50 atau sekitar Rp 500 ribu.Dijelaskan pula, akuntabilitas
uang-uang hasil denda teriak saat melahirkan beserta denda dari aturan
lainnya, tak pernah jelas. Entah lari ke mana. Sementara produk domestik
bruto per kapita di Zimbabwe hanya US$ 500 dengan pendapatan tahunan
rata-rata per orang adalah sekitar US$ 150.Sangat bertolak
belakang antara tingkat pengangguran sangat tinggi dan kemiskinan
merajalela dengan penghasilan pemerintah yang didapat dari mendenda
rakyatnya sendiri.SuapBadan Transparency International menemukan, seperempat dari populasi global melakukan tindakan suap dalam 1 tahun terakhir.Laporan
tahunan lembaga tersebut mensurvei lebih dari 100.000 orang di sekitar
100 negara menunjukkan bahwa polisi dan sistem pengadilan paling rentan
terhadap suap.Secara keseluruhan, hampir sepertiga mengatakan interaksi mereka dengan polisi adalah dengan membayar suap.Meski demikian, soal suap-menyuap, Zimbabwe tak menjadi juara. Suap paling banyak terjadi di Sierra Leone.Sebanyak
84 persen penduduknya dilaporkan membayar suap. Jauh dibandingkan
dengan Australia, Denmark, Finlandia, dan Jepang yang 'kadar' suap
warganya hanya sebesar 1 persen. (Riz/Mut)
sumber | edan77.blogspot.com | http://news.liputan6.com/read/637189/korupsi-di-zimbabwe-marak-teriak-saat-melahirkan-didenda-us-5
Sosial